Mekatronika SMK Negeri 3 Sekayu

Jl. Baru Belakang Terminal Randik, Kota Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Indonesia

MARI MENULIS

Setajam-tajamnya ingatan masih lebih baik tulisan yang pudar sekalipun

JASA PEMBUATAN MIKROKONTROLLER

Melayani berbagai keperluan Mikrokontroller......

JASA PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Cocok buat Anda Mahasiswa untuk Tugas Akhir atau Guru yang ingin tampil beda saat mengajar

ANEKA JAM DIGITAL

Menyediakan Jam Digital BErbagai Ukuran Sesuai Pesanan .....

Wednesday, 8 August 2012

CARA MEMBUAT CHARGER HP (DARURAT) DI SEPEDA MOTOR = MURAH, MUDAH !

Cuma mau berbagi cara sederhana membuat Charger HP di sepeda motor. Cocok untuk yang sehari-hari beraktifitas dengan sepeda motor atau yang hoby Touring. Sangat sederhana, dengan biaya yang cukup murah. Bermodal Charger Bekas + IC Regulator Tegangan yang harganya berkisar Rp 2 ribuan.  

MEMPERSIAPKAN BAHAN
Siapkan Charger bekas sesuai spek HP yang kita miliki + uang 2 ribu rupiah (kalo belum naik harga, he..) untuk beli IC regulator  tegangan  seri 7805 + kabel isi 2 sekitar panjang 1 meter. Charger bekas hanya diambil kabel ke HPnya & Chasingnya saja. Pastikan kabel konector HP masih dalam keadaan baik. Gunakan Multimeter untuk melakukan pengetesan kabel tesebut.
  
sumber gambar IC 7805 = http://emfatah.blogspot.com



MEMPERSIAPKAN ALAT
Alat yang diperlukan antara lain
 - Obeng, 
 - Solder, 
 - Isolasi,  
 - Timah Patri (tenol).
 - Multimeter 

EKSEKUSI
1. Buka chasing HP 
    Keluarkan mesinnya, buang pada tempatnya...
2. Merangkai
Rangkai Seperti gambar berikut
  • Kaki 1 terhubung dengan positif Batere Aki sepea motor
  • kaki 2 terhubung dengan negatif Batere Aki sepeda motor dan kabel konektor HP yang negatif, gunakan multimeter untuk memastikanya. 
  • Kaki 3 terhubung dengan kabel konektor charger HP yang positif.
   Jangan lupa di isolasi ya sambungan kebel ke kaki IC-nya, biar gak konslet...


gambar rangkaian sudah jadi...

3. Lakukan pengujian
      kalau tidak ada kesalahan rangkaian atau kerusakan komponen, maka rangkaian tersebut sudah dapat   bekerja.

4. Tutup rangkaian dengan menggunakan Chasing Charger
Kasih pendingin juga bagus, untuk mengurangi panas pada IC.

5. Pasang Pada Sepeda Motor
Tempatkan charger yang sudah dibuat sesuai dengan type motornya, umumnya di pasang di dalam bagasi lebih bagus. Kebetulan motor yang saya pake Motor Type Sport, jadi agak kesuitan memasangnya. Kalau dimotor Bebek ato Matic Saay kira lebih mudah. Intinya tergantung selera lah nempatinnya.   

TIPS TAMBAHAN
 - Ditambah Saklar, lebih bagus
 - Dikasih LED sebagai indikator juga OKE
 - Kalo bisa dikasih sekring ya, buat pengaman. 1 Ampere cukup..

PRINSIP KERJA
IC 7805 merupakan keluarga IC regulator tegangan, yaitu IC yang berfungsi sebagai penstabil tegangan dengan nilai penstabilan tertentu. Apabila tegangan masukan (input) lebih besar dari nilai penstabilan IC maka keluaran (output) akan distabilkan sesuai dengan nilai penstabilan IC tersebut. Contoh IC penstabil tegangan yang lain adalah 7806, 7809, 7812, 7815 dan lain-lain.
Dua digit terakhir (angka 05 pada kode 7805) merupakan kode nilai tegangan penstabilan IC tersebut, yaitu 5 volt. Apabila tegangan input lebih besar dari 5 volt maka keluaran tegangan akan distabilkan menjadi 5 volt. Namun apabila  tegangan input < 5 Volt maka tegangan output = tegangan input.
Batere HP rata-rata berpolaritas 3,7 volt dengan kemampuan arus yang kecil. Batere HP dapat di charge dengan tegangan tegangan sedikit lebih besar dan arus harus lebih besar. Prinsip kerja charger HP dari motor ini mirip dengan charger USB dari laptop, yaitu penge-charge-an dengan tegangan 5 volt.
Sederhana sekali kan?!

Semoga Bermanfaat,

Saturday, 4 August 2012

CARA MEMBACA KODE WARNA RESISTOR

PEMBACAAN NILAI RESISTOR
Nilai resistor dapat diketahui dengan membaca kode yang terdapat pada resistor tersebut. Kode yang digunakan yaitu:
Kode Gelang Warna
Kode warna pada resistor tetap dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu 4 gelang warna, 5 gelang warna, dan 6 gelang warna. Hal pertama dalam membaca kode warna resistor adah menentukan gelang pertama dan gelang terakhir. Gelang tarkhir merupakan gelang yang memiliki jarak yang lebih lebar terhadap gelang lain. Pembacaan kode gelang warna perhatikan tabel gelang warna pada gambar dibawah.

Contoh :
1. Berapaha nilai resistor dengan kode warna : Jingga, Jingga, hitam, Emas?
     Jawab :     1st Ring    2nd Ring    3rd Ring    4th Ring
                         Jingga      Jingga         Hitam        Emas
                            3             3                x 1         ± 5 %
    Jadi Nilai Resistor tersebut adalah = 33 Ohm ± 5 %
2. Berapaha nilai resistor dengan kode warna : Cokelat, Hitam, Merah, Perak?
     Jawab :     1st Ring    2nd Ring    3rd Ring    4th Ring
                       Cokelat       Hitam       Merah       Perak
                            1              0            x 100       ± 10 %
    Jadi Nilai Resistor tersebut adalah = 1.000 Ohm ± 10 %


Kode Alphanumeric
Kode tertulis pada badan resistor tersebut. Selain menunjukkan nilai resistansi, kode juga menunjukkan nilai kemampuan daya dan toleransi. Kemampuan daya tertulis langsung dalam satuan Watt (W), Nilai resistansi biasanya diimbuhi dengan beberapa kode huruf yang menunjukkan faktor pengali, dan Toleransi juga diberi kode huruf dengan nilai ± (….) %.
Tabel 1.    Kode Resistansi dan Kode Toleransi - Alphanumeric



Gambar 15.    Contoh Resistor dengan kode Alphanumeric


Contoh :
1. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 5W 22 R J !
       Jawab :  
         -  Kode kemampuan daya    5 W        =  5 Watt
         -  Kode resistansi                 22R        =  22 Ohm
         -  Kode toleransi                       J        =  ± 5 %
2. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 10W 1R5 K !
       Jawab :  
         -  Kode kemampuan daya     10 W    =  10 Watt
         -  Kode resistansi                  1R5      =  1,5 Ohm
         -  Kode toleransi                    K         =  ± 10 %
3. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 2W 2 K F !
       Jawab :  
         -  Kode kemampuan daya    2 W        =  2 Watt
         -  Kode resistansi                   2K        =  2.000 Ohm
         -  Kode toleransi                      F        =  ± 1 %

Semoga Bermanfaat...Salam MekatronikaSekayu

RESISTOR

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik. Resistor juga sering disebut dengan nama tahanan atau hambatan. Sesuai dengan namanya resistor memiliki sifat resistif yaitu bersifat menghambat arus listrik. Satuan nilai resistif suatu resistor adalah Ohm atau dilambangkan dengan simbol Omega ( Ohm ). Resistor merupakan komponen yang tidak berpolaritas, artinya dalam pemasangannya tidak perlu memperhatikan polaritas (+) atau (-) nya.

Berdasar karakteristik nilainya resistor dibagi menjadi 2 tipe yaitu:

Resistor Tetap (Fixed Resistor)Yaitu resistor yang memiliki nilai tetap (tidak berubah-ubah). Nilai resistansi resistor tetap mulai dari orde mikro-Ohm sampai dengan orde mega-Ohm. Resistor tetap biasanya terbuat dari bahan karbon, namun ada juga yang terbuat dari lilitan kawat.
Gambar 1.    Simbol Resistor tetap
 
Gambar 2.    Bentuk Fisik Resistor Tetap

a.    Resistor Tetap dari bahan KarbonResistor karbon terbuat dari serbuk karbon graphit yang dicampur dengan bahan isolator (serbuk), dimana presentase dari campuran kedua behan tersebut tergantung pada besarnya resistansi yang dikehendaki. Dalam hal ini, lebih banyak kandungan karbonnya, maka lebih rendah resistansi yang dihasilkan. Bahan pembungkus resistor karbon terbuat dari plastik.
Bahan karbon biasanya digunakan pada resistor dengan daya rendah dibawah 2 Watt. Sebagian besar peralatan elektronika menggunkan resistor karbon dengan batasan daya sekitar 1 Watt, karena ukuran resistor lebih kecil dan harganya lebih murah dibandingkan dengan resistor lilitan. 
Gambar 3.    Konstruksi Resistor karbon

b.    Resistor bahan LapisanResistor lapisan adalah resistor yang elemennya terbuat dari lapisan bahan tertentu yang diselubungkan pada permukaan batang keramik atau kaca. Bahan lapisan ini bisa berupa serbuk karbon atau logam yang lain. Lapisan tersebut bisa dibentuk dengan cara penyemprotan, pengembunan, dan lain sebagainya, tergantung dari jenis bahannya. Ketebalan dari lapisan inilah yang mempengaruhi nilai resistansinya. Pada kedua ujung resistor ini diberi tutup logam dan kawat penyambung yang terbuat dari tembaga lapis timah sebagai kaki resistor.
Resistor lapisan karbon dibuat dengan nilai resistansi mulai dari 1 Ohm hingga 1MOhm, dengan batasan daya relatif kecil mulai dari 1/8 Watt hingga 2 Watt. Resistor ini mempunyai kestabilan terhadap temperatur yang lebih baik disbanding dengan resistor yang terbuat dari karbon padat.
Resistor lapisan logam mempunyai elemen yang terbuat dari kaca dan dilapisi dengan bahan penghantas logam. Karenanya, nilai resistansinya lebih akurat dibanding dengan resistor lapis karbon.
Resistor dari lapisan logam biasanya digunakan dalam sistem atau peralatan elektronika yang memerlukan kehandalan yang baik, stabilitas yang baik, dan umur yang panjang dalam keadaan digunakan.  Resistor jenis ini dibuat dengan nilai resistansi mulai dari 1 Ohm hingga 1 MOhm dengan batasan daya mulai 1/6 Watt hingga 6 Watt.

Gambar 4.    Struktur Resistor Lapisan

c.    Resistor dari Lilitan KawatResistor dari lilitan umumnya digunakan pada resistor dengan daya tinggi mulai dari 5 watt sampai ratusan watt. Secara umum, semakin besar bentuk fisik suatu resistor maka semakin besar kemampuan dayanya. Resistor lilitan bila dibandingkan dengan resistor karbon, yaitu memiliki toleransinya lebih rendah (lebih baik), mempunyai nilai resistansi yang lebih besar, memiliki kemampuan daya lebih tinggi, ukurannya juga lebih besar.
Lilitan pada resistor ini biasanya terbuat dari bahan campuran nikel dengan logam lain seperti Manganin dan Konstantan. Bahan pembungkus (isolator) resistor lilitan biasanya terbuat dari porselin, semen, phenolik, dan kertas press.
Resistor lilitan banyak digunakan untuk keperluan peralatan elektronika yang membutuhkan resistansi tinggi dan akurasi tinggi seperti pada alat ukur listrik.  
 
Gambar 5.    Struktur Resistor Lilitan

d.    Resistor Terpadu (R-Pack)R-Pack adalah suatu paket resistor yang didalamnya terdapat sejumlah resistor. Resistor jenis ini dibuat dengan maksud mengurangi jumlah elemen dalam suatu rangkaian elektronika, menurunkan kebutuhan tenaga kerja, dan meningkatkan kemampatan integrasi rangkaian.
Resistor terpadu dibuat dalam dua jenis, yaitu SIP (Single in-line Package) yaitu resistor dengan kaki 1 baris, dan DIP (Dual in-line Package) yaitu resistor dengan kaki 2 baris. Pada umumnya jenis SIP lebih sering digunakan dibanding dengan jenis DIP. Resistor jenis ini biasanya dibuat dengan nilai resistansi sampai dengan 500KOhm dengan batasan daya mulai dari 125mW hingga 200mW.
 
Gambar 6.    Resistor Terpadu (R-Pack)
  
Resistor tidak Tetap (Variable resistor)Sesuai dengan namanya resistor jenis ini memiliki nilai resistansi yang dapat berubah-ubah. Perubahan nilai resistansi suatu variable resistor tergantung dari jenisnya.
Jenis-jenis Variable Resistor:
a.    Potensiometer dan TrimpotVariable Resistor jenis ini akan mengalami perubahan nilai resistansi apabila tangkaianya diputar atau digeser. Potensiometer dan Trimpot memiliki nilai bervariasi mulai dari puluhan Ohm sampai dengan jutaan Ohm. Misalnya sebuah Potensiometer dengan nilai 100 Ohm maka nilai Potensio tersebut dapat diatur dari 0 Ohm sampai dengan maksimal 100 Ohm.
 
Gambar 7.    Simbol (kiri) dan Bentuk fisik Potensiometer & Trimpot (kanan)

Potensiometer dan Trimpot memiliki 3 kaki. Kaki bagian luar (samping) merupakan kaki dengan nilai resistansi tetap. Misalnya Potensiometer 100 Ohm, maka nilai resistansi antara kedua kakia tersebut pasti 100 Ohm. Sedangkan kaki bagian tengah (tanda panah) merupakan kaki dengan nilai yang dapat berubah-ubah.
 
Gambar 8.    Ilustrasi Prinsip Kerja Potensiometer/Trimpot

Untuk keperluan Audio-Video juga digunakan Potensiometer dengan 6 kaki yang disebut dengan Potensiometer Stereo. Prinsip kerja Potensiometer Stereo adalah dua buah Potensiometer biasa (kaki 3) yang tuas putar/gesernya dijadikan satu, dengan keta lain dua buah potensiometer yang bekerja secara paralel/bersama-sama.

b.    Light Dependent Resistor (LDR) – Resistor Peka Cahaya
Sesuai dengan namanya, LDR memiliki nilai resistansi yang dapat berubah-ubah tergantung dari cahaya yang diterima. Semakin kuat intensitas cahaya yang diterima LDR maka semakin kecil nilai resistansi LDR. LDR banyak digunakan sebagai sensor cahaya.
 
Gambar 9.    Simbol (Kiri) dan Bentuk Fisik LDR & karakteristik LDR (kanan)

c.    Termistor
Termistor adalah salah satu jenis resistor yang mempunyai koefisien temperature yang sangat tinggi. Fungsi utama komponen ini dalam suatu rangkaian elektronik adalah untuk mengubah nilai resistansi karena adanya perubahan temperature dalam rangkaian tersebut. Dengan demikian dapat difungsikan sebagai sensor suhu.
Termistor dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1)    Termistor NTC (Negative Temperature Coefficient)  Yaitu termistor yang mempunyai koefisien temperature negatif, dengan kata lain semakin rendah suhu (temperature) semakin tinggi nilai resistansi (linier). Pada umumnya, bila kita menyebut kata termistor, maka termistor tersebut adalah termistor NTC. Termistor NTC banyak digunakan untuk sensor dan regulator.
 
Gambar 10.    Simbol (kiri) dan Bentuk Fisik NTC (kanan)

2)    Termistor PTC (Positive Temperature Coefficient)Sebagaimana telah dijelaskan, termistor PCT merupakan resistor dengan koefisien temperatur positif yang sangat tinggi. Secara prinsip karateristik PCT berbanding terbalik dengan NTC, yaitu pada PCT semakin tinggi koefisien suhu maka semakin tinggi nilai resistansi (namun tidak linier). Termistor PTC, yang resistansinya berubah secara drastis dalam interval temperatur tertentu, khususnya digunakan sebagai pendeteksi harga ambang-batas (threshold detector). Namun termistor PTC berbeda dengan termistor NTC antara lain seperti berikut:
a)    Koefisien temperatur dari PTC bernilai positif hanyay dalam interval temperatur tertentu, sehingga di luar interval tersebut, koefisien temperaturnya bisa bernilai nol atau negative.
b)    Pada umumnya, harga mutlak dari koefisien temperatur dari termistor PTC jauh lebih besar dari pada termistor NTC.

Gambar 11.    Simbol (kiri) dan Bentuk Fisik PTC (kanan)

3)    Termistor CTR (Critical Temperature Resistance)Termistor CTR merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperatur  () negative yang sangat tinggi. Penurunan resistansi yang drastis karena adanya pengaruh suhu tersebut terjadi pada transisi logam-semikonduktor dan berubah-ubah.


Gambar 12.    Kurva karakteristik PTC, NCT dan CTR

PEMBACAAN NILAI RESISTORNilai resistor dapat diketahui dengan membaca kode yang terdapat pada resistor tersebut. Kode yang digunakan yaitu:
1.    Kode AlphanumericKode tertulis pada badan resistor tersebut. Selain menunjukkan nilai resistansi, kode juga menunjukkan nilai kemampuan daya dan toleransi. Kemampuan daya tertulis langsung dalam satuan Watt (W), Nilai resistansi biasanya diimbuhi dengan beberapa kode huruf yang menunjukkan faktor pengali, dan Toleransi juga diberi kode huruf dengan nilai ± (….) %.

Tabel 1.    Kode Resistansi dan Kode Toleransi - Alphanumeric



Gambar 15.    Contoh Resistor dengan kode Alphanumeric


Contoh :
1. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 5W 22 R J !
       Jawab :   
         -  Kode kemampuan daya    5 W        =  5 Watt
         -  Kode resistansi                 22R        =  22 Ohm
         -  Kode toleransi                       J        =  ± 5 %
2. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 10W 1R5 K !
       Jawab :   
         -  Kode kemampuan daya     10 W    =  10 Watt
         -  Kode resistansi                  1R5      =  1,5 Ohm
         -  Kode toleransi                    K         =  ± 10 %
3. Jelaskan maksud kode Alphanumeric  sebuah resistor dengan kode 2W 2 K F !
       Jawab :   
         -  Kode kemampuan daya    2 W        =  2 Watt
         -  Kode resistansi                   2K        =  2.000 Ohm
         -  Kode toleransi                      F        =  ± 1 %

2.    Kode Gelang Warna
Kode warna pada resistor tetap dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu 4 gelang warna, 5 gelang warna, dan 6 gelang warna. Hal pertama dalam membaca kode warna resistor adah menentukan gelang pertama dan gelang terakhir. Gelang tarkhir merupakan gelang yang memiliki jarak yang lebih lebar terhadap gelang lain. Pembacaan kode gelang warna perhatikan tabel gelang warna pada gambar dibawah.

Contoh :
1. Berapaha nilai resistor dengan kode warna : Jingga, Jingga, hitam, Emas?
     Jawab :     1st Ring    2nd Ring    3rd Ring    4th Ring
                         Jingga      Jingga         Hitam        Emas
                            3             3                x 1         ± 5 %
    Jadi Nilai Resistor tersebut adalah = 33 Ohm ± 5 %
2. Berapaha nilai resistor dengan kode warna : Cokelat, Hitam, Merah, Perak?
     Jawab :     1st Ring    2nd Ring    3rd Ring    4th Ring
                       Cokelat       Hitam       Merah       Perak
                            1              0            x 100       ± 10 %
    Jadi Nilai Resistor tersebut adalah = 1.000 Ohm ± 10 %


Semoga Bermanfaat...
Salam MekatronikaSekayu

Sunday, 22 July 2012

CARA MENENTUKAN KAKI TRANSISTOR MENGGUNAKAN MULTIMETER


Cara paling mudah menentukan kaki transistor adalah dengan melihat data sheet. tapi yang akan dibahas di sini adalah cara mentukan kaki- kaki transistor menggunakan multimeter analog.

Menentukan Kaki Basis


  1. Kita harus memahami konsep forward bias pada dioda terlebih dahulu, yaitu arus mengalir dari semikonduktor tipe P ke semikonduktor tipe N.
  2. Kita juga harus memahami terlebih dahulu bahwa probe hitam multimeter terhugung dengan polaritas positif batere dan probe merah multimeter terhubung dengan polaritas negatif batere yang berada di dalam multimeter.
  3. Siapkan multimeter analog dalam kondisi berfungsi sebagai Ohmmeter.
  4. Hubungkan salah satu probe pada salah satu kaki transistor, hubungkan probe yang lain ke kaki-kaki transistor yang lain secara bergantian. 
  5. Tukar posisi kaki probe-kaki transistor hingga mendapatkan kondisi jarum selalu menyimpang dengan salah satu probe selalu terhubung dengan salah satu kaki transistor.
  6. Apabila jarum selalu menyimpang pada kondisi probe merah yang tetap terhubung dengan salah satu kaki dan probe hitam terhubung dengan kaki-kaki yang lain maka kaki yang terhubung dengan probe merah adalah kaki Basis. Hal ini juga sekaligus dapat digunakan untuk mengetahui tipe transistor tersebut, yaitu transistor tipe PNP.
  7. Hal yang sama juga berlaku apabila jarum selelu menyimpang pada kondisi probe hitam yang tetap terhubung dengan salah satu kaki dan probe merah terhubung dengan kaki-kaki yang lain maka kaki yang terhubung dengan probe hitam adalah kaki Basis, namun tipe transistor NPN. 

Cara mentukan kaki basis

Menentukan kaki Colector dan Emitor

  1. Kita harus mengetahui tipe transistor terlebih dahulu, PNP atau NPN melalui cara yang dijelaskan di atas.
  2. Hubungkan probe dengan kaki-kaki selain basis, colek kaki basis menggunakan jari kita dengan tujuan memberikan bias pada kaki tersebut mengingat tubuh kita juga memiliki energi listrik potensial.
  3. Misalnya tipe transistornya adalah tipe PNP, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka:


    • Probe hitam = Emitor
    • Probe merah = Colector 
Sebaliknya pada tipe transistor NPN, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka:

    • Probe hitam = Colector
    • Probe merah = Emitor 


Penentuak Kaki Emitor - Colector

Dengan memahami konsep forwar bias dan memperhatikan arah panah atau tipe bahan  semikonduktor pada suatu kaki transistor akan mempermudah kita dalam memahami cara menentukan kaki-kaki transistor. Selain itu bahwa pada transistor yang memiliki kemasan besi / logam, bagian body biasanya terhubung dengan kaki Colector. Pada saat pengujian kaki Colector – Emitor jarum hanya menyimpang sedikit sekali, sehingga terkadang perlu ketelitian ekstra.   

SEMOGA BENMANFAAT

Saturday, 30 June 2012

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MULTIMETER versi Trial


Melengkapi Media Multimeter sebelumnya, kali ini penulis memang lagi semangat belajar membuat media pembelajaran berbasis komputer yang interaktif. Hal yang mendasari penulis membuat media semacam ini adalah untuk memudahkan menyampaikan materi di kelas semata, yaitu di Jurusan Mekatronika Sekayu. Sejauh ini masih ada beberpa siswa yang merasa kesulitan dengan metari Multimeter. Penulis yakin hal ini juga banyak dialami oleh beberapa orang diluaran sana. maka dari hal tersebut, penulis berharap Media Pembelajaran Multimeter ini membawa manfaat bagi kita bersama.

Media Pembelajaran ini berupa media berbasis komputer yang dapat di download pada link yang telah penulis sediakan di bawah. File berupa .exe yang sudah dikompres dalambentuk .rar yang berukuran relatif kecil sekitar 19MB. Media Pembelajaran ini memuat pengenalan bagian-bagian multimeter disertai dengan penjelasan fungsi dan cara penggunaannya yang dikemas secara interaktif dengan animasi cukup jelas. yang paling menasik dari media ini adalah disertai dengan cara pembacaan skala pengukuran yang disajikan secara step-by-step sehingga memudahkan pembaca sekalian.
Media Pembelajaran Multimeter ini memang cuma versi gratis (trial) yang segaja diluncurkan sebagai media promosi produk karya penulis, namum tetap mengutamakan penyampaian materi yang mendetail. Bagi yang menginginkan produk versi lengkapnya dapat menghubungi penulis di alamat atau no HP yang tertulis di dalam media pembelajaran tersebut. So . . . Silahkan di DOWNLOAD terlebih dahulu . . . GRATIS


LINK DOWNLOAD >>>  http://www.4shared.com/rar/HutRaIdj/Media_Pembelajaran_Interaktif_.html   

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MAGNETIK KONTAKTOR DAN RELAY GRATIS DOWNLOAD

Salam jumpa kawan. Kali ini penulis kembali dengan membawa sebuah karya Media Pembelajaran Interaktif Magnetik Kontaktor & Relay. sebuah materi yang sangat tidak asing bagi yang menggeluti dunai elektronika, elektro, listrik, dan mekatronika. Media tersebut merupakan beberapa karya yang sudah dibuat oleh penulis di antara beberapa media serupa dengan materi lain. walaupun masih sangat sederhana dan jauh dari sempurna, penulis berharap tetap membawa manfaat bagi kita semua.




Media Pembelajaran ini berbasis komputer, berupa file .exe yang bisa dijalankan di semua sistem operasi dengan ukuran file relatif sangat kecil sekitar 15MB saja. Walaupun kecil, di dalam media ini terdapat:

  • Animasi interakrif prinsip kerja Megnetik Kontaktor & Relay
  • Animsi Rangkaian kelistrikan Magnetik Kontaktor & Relay
  • Evaluasi Mandiri
Sehingga media ini penulis rasa cukup membantu sebagai suplemen tambahan materi bagi siswa, mahasiwa sekalian yang sedang mempelajari materi  Megnetik Kontaktor & Relay. Media ini juga bisa ditampilkan didepan kelas oleh guru/pengajar sebagai media ajar presentasi.
Seperti software yang masih trialyang memang dilepas dipasaran secara gratis + sebagai ajang promosi, penulis juga mengadaptasi hal tersebut. Alias penulis menyediakan Media Pembelajaran ini dalam versi komersil dengan harga yang TERJANGKAU.

Kritik dan saran selalu ditunggu demi kebaikan dimasa mendatang di email : arifverero@gmail.com.
Semogoa yang sederhana ini membawa manfaat yang besar bagi kita bersama:

LINK DOWNLOAD MEDIA PEMBELAJARAN:
http://www.4shared.com/rar/I0jQrqtT/Media_Pembelajaran_Interaktif_.html

Saturday, 7 January 2012

Modul Pembelajaran PLC


Baru inget kalo dulu pernah buat Modul Pembelajaran PLC pas skripsian, tepatnya Modul Pembelajaran PLC tipe OMRON CPM2A. Salah satu PLC yang banyak digunakan di dunia pendidikan menurut Saya. pasalnya jaman SMK dulu Saya juga belajar PLC-nya pake OMRON CPM2A yaitu di SMK N 5 Surakarta (Solo), pasti pada tau, yang lagi heboh karena mobil Kiat Esemka-nya (bersama SMK lain juga sih!!). Pas Kuliah di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) pun belajar PLC-nya juga OMRON, kata temen-temen SMK lain pun katanya waktu SMK juga pakai OMRON.
Tugas Akhir di FT UNY jaman Angkatan Saya menjadi menu wajib buat mahasiswa D3 maupun S1 untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md). Waktu itu saya ambil judulnya tentang PLC, yaitu media pembelajaran PLC berupa hardware-nya saja. Pas Skripsi untuk mendapatkan gelar Sarjana (S.Pd.T) Saya juga mengambil judul tentang PLC tepatnya menyempurnakan media pembelajaran tersebut. TA yang tadinya cuma berupa hardware PLC saya lengkapi dengan Modul Pembelajaran PLC  yang berupa buku. Boleh dibilang (Nama Saya), A.Md, S.Pd.T OMRON. He . . .
Masih jauh dari sempurna memang, bahkan saya tulis ulang sebagai bekal mengajar di SMK N 3 Sekayu semester ini tapi belum selesai, jadi saya kasih link yang lama dulu saja. Semoga bermanfaat

Link Download:

Saturday, 3 December 2011

Resistor Colour Code Solver; Kalkulator Resistor (Free Download)

Melengkapi koleksi software Kalkulator Resistor, Berikut adalah sebuah software kalkulator resistor yang memiliki fitur sangat lengkap.

Berikut adalah fitur-fiturnya:

  • Konversi dua arah: kode warna ke nilai resistansi dan dari nilai resistansi ke kode resistor.
  • Tersedia pilihan untuk resistor 4 gelang, 5 gelang, dan 6 gelang.
  • Dilengkapi dengan menu perhitungan Daya Listrik dan Hukum Ohm.
  • Dilengkapi dengan gambar resistor.
  • Colour Customizer untuk penyesuaian warna.
Link Download:

Electronics Assistant V4.1 free download + Tutorial

Sebuauh software yang akan sangat banyak membantu para praktisi atau pun akademisi elektronika / mekatronika / listrik. Dalam software ini kita akan dimudahkan mengkonversi sebuah kode komponen ke nilai-nya, mengkonversi satuan, mencari nilai sebuah besaran listrik, dan lain sebagainya. Berikut adalah menu-menu yang terdapat pada Electronics Assistant V4.1:


1. Menentukan Kode Warna Resistor berdasar nilai yang dimasukkan


Thursday, 1 December 2011

Membuat Sendiri Media Pembelajaran Multimeter - free download desain multimeter 70x100cm

Posting ini boleh dibaca siapa saja, tidak hanya guru, staf pengajar, penggemar mekatronika / elektronik / listrik atau mahasiswa teknik saja. Ilmu untuk siapa saja, mungkin setelah membaca posting ini Anda terinspirasi membuat sebuah media sejenis, (semoga).
Multimeter adalah sebuah alat ukur listrik yang sangat populer. Multimeter berfungsi untuk mengukur besaran-besaran listrik. Multimeter juga sering disebut dengan AVO-meter karena Multimeter mampu mengukur arus (A), mengukur tegangan (V), dan mengukur tahanan/resistansi (Ohm).
Terdapat 2 jenis multimeter, yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Multimeter Analog adalah multimeter yang hasil pembacaannya ditunjukkan melalui jarum yang digerakkan oleh kumparan putar untuk menunjuk angka pada papan skala. Sedangkan multimeter analog adalah multimeter yang hasil pembacaannya ditunjukkan melalui angka yang ditampilkan pada layar display (7-segmen atau LCD).