Mekatronika SMK Negeri 3 Sekayu

Jl. Baru Belakang Terminal Randik, Kota Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Indonesia

MARI MENULIS

Setajam-tajamnya ingatan masih lebih baik tulisan yang pudar sekalipun

JASA PEMBUATAN MIKROKONTROLLER

Melayani berbagai keperluan Mikrokontroller......

JASA PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Cocok buat Anda Mahasiswa untuk Tugas Akhir atau Guru yang ingin tampil beda saat mengajar

ANEKA JAM DIGITAL

Menyediakan Jam Digital BErbagai Ukuran Sesuai Pesanan .....

Showing posts with label elektronika. Show all posts
Showing posts with label elektronika. Show all posts

Wednesday, 8 August 2012

CARA MEMBUAT CHARGER HP (DARURAT) DI SEPEDA MOTOR = MURAH, MUDAH !

Cuma mau berbagi cara sederhana membuat Charger HP di sepeda motor. Cocok untuk yang sehari-hari beraktifitas dengan sepeda motor atau yang hoby Touring. Sangat sederhana, dengan biaya yang cukup murah. Bermodal Charger Bekas + IC Regulator Tegangan yang harganya berkisar Rp 2 ribuan.  

MEMPERSIAPKAN BAHAN
Siapkan Charger bekas sesuai spek HP yang kita miliki + uang 2 ribu rupiah (kalo belum naik harga, he..) untuk beli IC regulator  tegangan  seri 7805 + kabel isi 2 sekitar panjang 1 meter. Charger bekas hanya diambil kabel ke HPnya & Chasingnya saja. Pastikan kabel konector HP masih dalam keadaan baik. Gunakan Multimeter untuk melakukan pengetesan kabel tesebut.
  
sumber gambar IC 7805 = http://emfatah.blogspot.com



MEMPERSIAPKAN ALAT
Alat yang diperlukan antara lain
 - Obeng, 
 - Solder, 
 - Isolasi,  
 - Timah Patri (tenol).
 - Multimeter 

EKSEKUSI
1. Buka chasing HP 
    Keluarkan mesinnya, buang pada tempatnya...
2. Merangkai
Rangkai Seperti gambar berikut
  • Kaki 1 terhubung dengan positif Batere Aki sepea motor
  • kaki 2 terhubung dengan negatif Batere Aki sepeda motor dan kabel konektor HP yang negatif, gunakan multimeter untuk memastikanya. 
  • Kaki 3 terhubung dengan kabel konektor charger HP yang positif.
   Jangan lupa di isolasi ya sambungan kebel ke kaki IC-nya, biar gak konslet...


gambar rangkaian sudah jadi...

3. Lakukan pengujian
      kalau tidak ada kesalahan rangkaian atau kerusakan komponen, maka rangkaian tersebut sudah dapat   bekerja.

4. Tutup rangkaian dengan menggunakan Chasing Charger
Kasih pendingin juga bagus, untuk mengurangi panas pada IC.

5. Pasang Pada Sepeda Motor
Tempatkan charger yang sudah dibuat sesuai dengan type motornya, umumnya di pasang di dalam bagasi lebih bagus. Kebetulan motor yang saya pake Motor Type Sport, jadi agak kesuitan memasangnya. Kalau dimotor Bebek ato Matic Saay kira lebih mudah. Intinya tergantung selera lah nempatinnya.   

TIPS TAMBAHAN
 - Ditambah Saklar, lebih bagus
 - Dikasih LED sebagai indikator juga OKE
 - Kalo bisa dikasih sekring ya, buat pengaman. 1 Ampere cukup..

PRINSIP KERJA
IC 7805 merupakan keluarga IC regulator tegangan, yaitu IC yang berfungsi sebagai penstabil tegangan dengan nilai penstabilan tertentu. Apabila tegangan masukan (input) lebih besar dari nilai penstabilan IC maka keluaran (output) akan distabilkan sesuai dengan nilai penstabilan IC tersebut. Contoh IC penstabil tegangan yang lain adalah 7806, 7809, 7812, 7815 dan lain-lain.
Dua digit terakhir (angka 05 pada kode 7805) merupakan kode nilai tegangan penstabilan IC tersebut, yaitu 5 volt. Apabila tegangan input lebih besar dari 5 volt maka keluaran tegangan akan distabilkan menjadi 5 volt. Namun apabila  tegangan input < 5 Volt maka tegangan output = tegangan input.
Batere HP rata-rata berpolaritas 3,7 volt dengan kemampuan arus yang kecil. Batere HP dapat di charge dengan tegangan tegangan sedikit lebih besar dan arus harus lebih besar. Prinsip kerja charger HP dari motor ini mirip dengan charger USB dari laptop, yaitu penge-charge-an dengan tegangan 5 volt.
Sederhana sekali kan?!

Semoga Bermanfaat,

Sunday, 22 July 2012

CARA MENENTUKAN KAKI TRANSISTOR MENGGUNAKAN MULTIMETER


Cara paling mudah menentukan kaki transistor adalah dengan melihat data sheet. tapi yang akan dibahas di sini adalah cara mentukan kaki- kaki transistor menggunakan multimeter analog.

Menentukan Kaki Basis


  1. Kita harus memahami konsep forward bias pada dioda terlebih dahulu, yaitu arus mengalir dari semikonduktor tipe P ke semikonduktor tipe N.
  2. Kita juga harus memahami terlebih dahulu bahwa probe hitam multimeter terhugung dengan polaritas positif batere dan probe merah multimeter terhubung dengan polaritas negatif batere yang berada di dalam multimeter.
  3. Siapkan multimeter analog dalam kondisi berfungsi sebagai Ohmmeter.
  4. Hubungkan salah satu probe pada salah satu kaki transistor, hubungkan probe yang lain ke kaki-kaki transistor yang lain secara bergantian. 
  5. Tukar posisi kaki probe-kaki transistor hingga mendapatkan kondisi jarum selalu menyimpang dengan salah satu probe selalu terhubung dengan salah satu kaki transistor.
  6. Apabila jarum selalu menyimpang pada kondisi probe merah yang tetap terhubung dengan salah satu kaki dan probe hitam terhubung dengan kaki-kaki yang lain maka kaki yang terhubung dengan probe merah adalah kaki Basis. Hal ini juga sekaligus dapat digunakan untuk mengetahui tipe transistor tersebut, yaitu transistor tipe PNP.
  7. Hal yang sama juga berlaku apabila jarum selelu menyimpang pada kondisi probe hitam yang tetap terhubung dengan salah satu kaki dan probe merah terhubung dengan kaki-kaki yang lain maka kaki yang terhubung dengan probe hitam adalah kaki Basis, namun tipe transistor NPN. 

Cara mentukan kaki basis

Menentukan kaki Colector dan Emitor

  1. Kita harus mengetahui tipe transistor terlebih dahulu, PNP atau NPN melalui cara yang dijelaskan di atas.
  2. Hubungkan probe dengan kaki-kaki selain basis, colek kaki basis menggunakan jari kita dengan tujuan memberikan bias pada kaki tersebut mengingat tubuh kita juga memiliki energi listrik potensial.
  3. Misalnya tipe transistornya adalah tipe PNP, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka:


    • Probe hitam = Emitor
    • Probe merah = Colector 
Sebaliknya pada tipe transistor NPN, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka:

    • Probe hitam = Colector
    • Probe merah = Emitor 


Penentuak Kaki Emitor - Colector

Dengan memahami konsep forwar bias dan memperhatikan arah panah atau tipe bahan  semikonduktor pada suatu kaki transistor akan mempermudah kita dalam memahami cara menentukan kaki-kaki transistor. Selain itu bahwa pada transistor yang memiliki kemasan besi / logam, bagian body biasanya terhubung dengan kaki Colector. Pada saat pengujian kaki Colector – Emitor jarum hanya menyimpang sedikit sekali, sehingga terkadang perlu ketelitian ekstra.   

SEMOGA BENMANFAAT